Dunia Foto Kita

Showing posts with label Ilmu Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Fotografi. Show all posts

Duniafotokita- Kita mengenal banyak alat penyimpanan data. Ada berbagai macam jenis alat penyimpanan data yaitu flashdisk, disket, hardisk,memori card dan lain sebagainya.Duniafotokita kali ini akan membahas berbagai macam jenis kartu memori,diantaranya yaitu :


*PC Card / PCMCIA  
*CF (Compact Flash). 
*CFII (Compact Flash Type II). 
*SD (Secure Digital).
  miniSD.
  microSD / TransFlash. 
  SDHC (secure digital higt capacity) 
*SM (SmartMedia). 
*MMC (MultiMediaCard).
 RS-MMC(Reduced-Size    MultiMediaCard).
  MMCmicro. 
*xD-Picture. 
*MS (MemoryStick). 
  MS-Duo (MemoryStick Duo)
  Memory Stick Micro M2. 
*Intelligent Stick. 
*ยต card. 
*SxS™ Memory Card (Maulana)


Read More …

Duniafotokita-Masih banyak para penggemar fotografi yang belum mengerti secara penuh tentang istilah istilah fotografi itu sendiri. kali ini Duniafotokita akan membahas tentang sedikit banyaknya istilah istilah yang ada di dunia fotografi itu sendiri. Mari kita lihat.!

CAMERA OBSCURA:
Kamera pertama dalam dunia fotografi, di mana bentuknya merupakan sebuah kamar gelap yang hanya memiliki lubang kecil (pinhole).

OBSERVASI:
Dalam bidang potret memotret adalah pengamatan yang dilakukan untuk mencari tahu tentang subjek foto terutama mengenai gerak-gerik, suasana hati maupun ekspresi.

OPTIK:
Berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb).

ORTHOCHROMATIC FILM:
Ortokromatic film yang sensitif terhadap warna biru dan hijau tapi tidak pada merah.

EXPOSURE :
adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.

OVER EXPOSURE:
Pencahayaan lebih. Suatu nilai pencahayaan yang terdapat pada film maupun foto, di mana gambar yang ada tampak terang atau gelap pada film negatif karena pencahayaan yang berlebihan.

UNDER EXPOSURE :
Pencahayaan kurang. Pencahayaan kurang. Suatu nilai pencahayaan yang terdapat pada film maupun foto, di mana gambar yang ada tampak gelap atau terang pada film negatif karena pencahayaan yang kurang..

OVERHEAD LIGHTING:
Sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.

BACKLIGHT :
Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi "rim light" atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.


DEPTH OF FIELD (DOF) :
Bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas,yang berada dalam jangkauan tertentu. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam.

RANA :
Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.

DIAFRAGMA :
Jendela dimana tempat masuknya cahaya,berbentuk delapan tumpukan lempengan logam, biasanya diafragma ini mempengaruhi ruang tajam dari gambar itu sendiri. 

ASA/ISO :
adalah untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan exposure yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang rendah

FLASH :
Cahaya lampu tambahan. biasanya digunakan untuk memberi penerangan tambahan/fill in jika dalam keadaan low light (rendah cahaya)

Read More …

DuniaFotoKita-Pada tahun 1880-an, dikembangkannya dua penemuan baru yaitu emulsi gelatin dimana silver salts dapat diletakkan sebagai emulsi, keuntungan dari gelatin adalah cepat kering dan dapat diaplikasikan pada penemuan lainnya, yaitu rol film. Rol film menjadi suatu revolusi dalam dunia fotografi, karna memungkinkan semua orang untuk menikmatinya, dibandingkan sebelumnya dimana fotografi terbatas hanya untuk para profesional karna prosesnya yang komplikasi.
Seorang berasal dari Amerika bernama George Eastman menjadi popular karna menciptakan alat yang dapat memproduksi rol film dalam jumlah besar. Produknya kemudian ia sebut Eastman’s American Film, emulsi gelatin tipis yang ditempelkan pada satu rol kertas. Melalui kegigihan George Eastman, dunia fotografi mengalami perkembangan yang lebih pesat. Rol film memberikan banyak kemudahan dan sangat praktis dalam penggunaannya. Sampai akhirnya. Eastman’s American Film memproduksi rol kertas tipis yang dilapisi emulsi gelatin. Dalam perkembangannya, emulsi dipisahkan dari kertas yang tidak tembus cahaya, sehingga dihasilkan film negatif yang siap untuk dicahayai. Film baru ini mengguncang dunia fotografi, sekaligus memungkinkan terciptanya kamera yang praktis, tidak berat, dan tidak mahal. Pada tahun 1888, Eastman memperkenalkan kamera kotak (box camera) dengan merek Kodak yang dilengkapi dengan rol film yang cukup untuk membuat 100 gambar. Kamera berseri Kodak nomor 1 ini menawarkan kepraktisan yang belum pernah ada sebelumnya, membuat penemuan kamera ini menjadi sangat popular pada saat itu. Dengan munculnya kamera ini, semakin banyak orang yang tertarik pada dunia fotografi.
Selain harganya relatif murah, ringan untuk dibawa, dan yang terpenting mudah dalam pengoprasiannya. Disamping itu, waktu eksposur yang dapat dibuat kamera ini pun sangat singkat. Dengan kecepatan tunggal 1/25 detik dan lensa focus tetap (fixed focus lens). Artinya subyek tidak perlu lagi diam mematung ketika diambil gambarnya. Kamera ini mampu merekam semua objek dengan jelas, pada jarak lebih dari 8 kaki.
Setelah usai digunakan untuk memprosesnya, pemakai mengirim kamera ke Eastman Company untuk diproses dan dicetak. Setelah selesai proses dan cetak, kamera diisi lalu dikirim kembali ke pemakai.
Sukses Eastman’s Kodak diikuti dengan penemuan yang dilakukan oleh stafnya Hannibal Goodwin. Goodwin membuat rol film yang transparan terbuat dari plastik yang fleksibel, yang dilapisi dengan emulsi tipis, dan cukup kuat untuk digunakan tanpa kertas penahan. Sejak itu, era baru dalam dunia fotografi dimulai, dengan kamera yang mudah ditangani.
Sumber: Diktat fotografi Burhanuddin,(Maulana)
Read More …


Contoh Filter Warna
Duniafotokita-Filter adalah suatu sistem optis pembantu yang biasanya dipasang di depan lensa dan dapat memodifikasi gambar asli di saat pemotretan. Beberapa jenis filter dapat mengubah warna-warna atau bayangan, sedangkan yang lainnya dapat menciptakan efek fisik baru pada bidang gambarnya. Namun, sebuah filter dapat juga berupa suatu media tembus pandang atau memantul. Pemakaian filter mempunyai maksud yang berbeda-beda. Jenis filter berikut biasanya digunakan untuk memperbaiki kekurangan dari lensa atau film.

1. Skylight filter/cloudy filter

Filter ini digunakan untuk mencapai keseimbangan dalam penyajian nada oleh film hitam putih dan untuk memberi kehangatan nada pada film warna .Selain itu, skylight filter juga berfungsi untuk menahan sinar ultra violet, menambah kehangatan warna pada foto, dan mengurangi warna kebiruan pada latar belakang atau daerah-daerah gelap yang memantulkan langit. Filter ini boleh terpasang terus pada lensa sebagai pelindung.

2. Ultra violet filter (UV)

Filter ini berfungsi untuk menghilangkan efek sinar ultra violet dan sangat berguna dalam pemotretan di dataran tinggi dengan pemandangan yang luas. Filter pelindung ini menyerap sinar ultra violet tanpa mempengaruhi tampilan warna yang lain dan ideal bagi film hitam putih.

3. Polarisasi Filter (PL)

Filter ini terdiri dari 2 keping kaca yang dapat berputar, terpisah satu sama lainnya, dan berwarna kelabu. Polarisasi filter berfungsi untuk menghilangkan refleksi sinar yang ditimbulkan oleh permukaan air atau kaca. Selain itu, filter ini juga dapat digunakan untuk menghidari pantulan bukan metal (kaca, air) dan memperbaiki kekontrasan dengan mempertebal warna biru langit dengan sudut 90° terhadap jalannya sinar matahari.

4. Neutral density filter

Filter ini terdiri dari satu bulatan kaca kelabu. Berfungsi untuk mengurangi kecerahan cahaya, jika Anda harus menggunakan kecepatan rana rendah dan bukaan diafragma tidak mencapai nilai lebih dari 16, untuk memperkecil ruang tajam dengan tetap mendapatkan pencahayaan yang memuaskan.

Untuk mencapai warna yang sesuai dengan aslinya (natural) Tersedia jenis filter koreksi, seperti filter UV, SL, PL, dan tipe 80, untuk kebutuhan ini. Filter UV dan SL merupakan filter yang paling banyak digunakan fotografer karena dianggap sebagai filter pelindung lensa agar tidak tergores atau terkena debu. Jika fotografer menginginkannya, lensa yang baru dibeli perlu dilengkapi dengan filter ini. Selain itu, filter ini juga memiliki fungsi yang lebih penting dari sekadar penjaga kaca lensa. Fungsi filter UV (ultra violet) adalah untuk menahan cahaya ultra violet yang berlebihan, sedangkan filter SL (shy light) yang,berwarna merah muda sangat tipis dibuat untuk melengkapi pemakaian fotografi warna. Fungsi utamanya adalah menetralkan warna biru langit. Namun, karena sering dianggap kurang efektif, banyak fotografer yang tetap menggunakan filter UV di lensanya. Untuk memperbaiki mutu dan efektivitasnya, filter SL kemudian dimodifikasi menjadi SL (1B) yang dapat lebih banyak menyerap cahaya ultra violet, sedangkan SL yang lama berkode SL (lA). Pemakaian filter UV maupun SL hanya sedikit menahan intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa dan dianggap tidak terlalu berpengaruh karena besarnya hanya sekitar 1/2 stop.(advent)

 


Read More …